Sosialisasi Penerapan Tatanan Hidup Normal Baru, Pemkab Luwu Gandeng Tokoh Agama

Sabtu, 13 Juni 2020 Berita

Belopa, InfoPublik – Melalui Diskusi Panel Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu, di Tribun Lapangan Andi Djemma, Kelurahan Senga Kecamatan Belopa, Jum’at (11/6/2020), para tokoh agama seperti, para muballiqh, pengurus masjid, dan pendeta diminta untuk ikut mensosialisasikan penerapan tatanan hidup normal baru (new normal life) kepada masyarakat.

Diskusi Panel yang dimoderatori langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol, H alim Bachry, mengangkat tema ‘Gerakan Disiplin Nasional Bentengi Diri Dari Covid-19’, beberapa narasumber, diantaranya Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Rosnawary Basir, Dandramil Belopa, Kapten CBA Marthen Luther, Kasi Datun Kejari Luwu, Adi Hariady Annas, Kabag OPS Polres Luwu, Kompol Samurai Anata dan Ketua FKUB, Nasaruddin Bin A sepakat untuk melibatkan para tokoh agama sebagai penyambung lidah Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Luwu. Para tokoh agama dianggap sangat tepat dalam mensosialisasikan program ini karena bersentuhan langsung dengan masyarakat

“Tokoh agama merupakan mitra strategis pemerintah dalam mensosialisasikan penerapan hidup normal baru. Karena mereka setiap hari bergaul dengan masyarakat secara langsung”, kata Kepala Badan Kesbangpol, H Alim Bachry.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Rosnawary basir mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pemuka agama dan mensosialisasikan beberapa kegiatan-kegiatan yang akan diberlakukan pada tempat-tempat ibadah.

“Peran tokoh-tokoh agama sangat penting untuk mendukung Tim Gugus Tugas dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, langkah yang dapat dilakukan antara lain pertama, membantu melakukan edukasi pencegahan covid-19 melalui dalam setiap materi khotbah di masjid maupun di gereja dan tempat ibadah lain, Kedua, adalah membantu serta bekerja sama dengan tim gugus kecamatan dan puskesmas untuk melaporkan jika ada warga atau jama’ah pendatang yang masuk dalam wilayahnya, serta pelaksanaan protokol kesehatan lain dalam menghadapi pandemi covid 19”, kata dr Rosnawary.

Hal-hal yang menjadi bahan sosialisasi antara lain adalah menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan pakaian saat masuk ke tempat ibadah, rajin mencuci tangan, mengusahakan membawa sajadah, alquran maupun kitab sendiri untuk meminimalkan resiko penularan melalui media tersebut, wajib memakai masker baik bagi pengurus tempat ibadah maupun pada jamaah serta rutin membersihkan tempat ibadahsebelum dan sesudah digunakan.

“Para pengurus masjid dan gereja sebaiknya menunjuk satu atau dua orang yang bertugas untuk mengawasi para jama’ah yang masuk ke tempat ibadah untuk taat memakai masker, tidak berjabat tangan, dan sebaiknya materi khotbah dipersingkat agar tidak terlalu lama dalam ruangan. Selain itu, pintu dan jendela ruangan dibuka agar sirkulasi udara dalam ruangan berjalan dengan baik”, jelas dr Rosnawary Basir.