Pemindai suhu tubuh dinilai efektif dalam mendeteksi orang dengan suhu tinggi yang dapat disebabkan oleh coronavirus. Tetapi, alat ini tidak dapat mendeteksi orang yang terjangkit COVID-19 dengan gejala suhu tinggi yang tidak ditemukan.

Antibiotik tidak untuk penyakit yang diakibatkan oleh virus jenis apapun, termasuk coronavirus. Antibiotik mungkin diberikan kepada beberapa orang yang terjangkit COVID-19 dengan komplikasi infeksi bakteri.

Tes untuk coronavirus hanya dilakukan jika ada kemungkinan besar Anda memiliki penyakit tersebut Misalnya jika:

Anda melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan orang yang positif COVID-19

Anda bepergian ke negara atau daerah dengan risiko COVID-19 tinggi dalam 14 hari terakhir

Dalam kasus ini, Anda dapat menghubungi Dinas Kesehatan Tanggap COVID-19 di nomor 082293607697,  082187966339, 085255589754,  085242730815, 085242730816.

Jika Anda diduga terjangkit COVID-19, Tim Tanggap COVID-19 akan mengambil beberapa sampel untuk diuji, misalnya:

Lendir dari hidung, tenggorokan, atau paru-paru, dan/atau darah

Dan, anda akan diisolasi dari orang lain sampai dikonfirmasi apakah Anda negatif terinfeksi coronavirus.

Jika Anda mengalami gejala demam/batuk/pilek/nyeri tenggorok atau sesak napas ketika Anda berada di luar rumah, segera menjauh dari keramaian dan hubungi Tim Tanggap COVID-19 di nomor 082293607697,  082187966339, 085255589754,  085242730815, 085242730816.

Jika Anda sehat, Anda tidak perlu menjauhi tempat umum atau kerumunan/keramaian. Namun jika Anda sakit, Anda disarankan untuk istirahat di rumah. Tetapi, jika anda diharuskan/terpaksa untuk keluar rumah atau berada dalam kerumunan, gunakan masker dengan baik dan benar serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di luar.

Penggunaan masker terutama pada orang yang sehat dinilai belum efektif mencegah penularan penyakit COVID-19.

Saat ini tidak ada bukti bahwa penularan coronavirus penyebab COVID-19 dari makanan. Virus seperti coronavirus tidak bisa hidup lama di luar tubuh.

Saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui sentuhan dengan benda atau paket kiriman/surat-surat dari Cina atau luar negeri. Dan, virus seperti jenis coronavirus tidak bisa hidup lama di luar tubuh.

Semua orang dari berbagai usia, berisiko terinfeksi coronavirus. Pada lansia dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) lebih cenderung mengalami kondisi yang parah atau komplikasi yang berat.

Semua orang harus mengikuti langkah-langkah sederhana untuk menghentikan virus seperti penyebaran virus corona, misalnya dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air.

Berinteraksilah seperti biasa dengan teman Anda, tetap jaga daya tahan tubuh Anda dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam 14 hari, selalu cek suhu dan gejala yang ada.

Apakah Anda mengalami Gejala COVID-19 sebagai berikut:

       1. Demam suhu tinggi

       2. Batuk

       3. Pilek

       4. Nyeri tenggorokan/menelan

       5. Sesak napas

Jika ada gejala di atas dan ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit COVID-19 atau Anda terpapar dengan pasien Positif COVID-19, hubungi nomor darurat tanggap COVID-19 Kabupaten luwu di nomor 082293607697,  082187966339, 085255589754,  085242730815, 085242730816 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Sampai saat ini, penyebab penularan masih belum diketahui secara pasti.

Virus penyebab COVID-19 dan SARS berasal dari keluarga besar virus yang sama, namun dengan jenis yang berbeda. SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003. Gejala SARS mirip dengan COVID-19, namun dengan kondisi/gejala yang lebih berat.

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports

Anda dapat melihat informasi mengenai ODP dan PDP sekaligus orang positif COVID-19 pada portal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di https://infeksiemerging.kemkes.go.id/

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan COVID-19 tetapi Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular. Diantaranya dengan :

       1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat.

       2. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan alkohol 70-80% handrub sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Dan, sebagian besar penyebaran penyakit akibat virus dan bakteri bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

       3. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan) dan gunakan masker.

       4. Gunakan masker penutup mulut dan hidung (tipe masker bedah) ketika Anda sakit, dan masker harus diganti secara berkala. Masker cuci pakai, tidak diperkenankan.

       5. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dan cucilah tangan Anda.

       6. Hindari konsumsi protein berbahan dasar hewani yang tidak diolah (mentah)/diolah setengah matang.

       7. Jika Anda berencana berkunjung ke daerah/negara dengan risiko tinggi COVID-19, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh Anda agar terhindar dari infeksi Coronavirus Jika Anda mengalami gejala mirip dengan gejala COVID-19 sepulang dari daerah atau negara dengan risiko tinggi COVID-19, Anda tidak perlu panik. Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat dan beritahukan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanan Anda. Atau menghubungi Posko COVID-19 di nomor 082293607697,  082187966339, 085255589754,  085242730815, 085242730816.

Saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk coronavirus. Pengobatan untuk penyakit ini hanya berdasarkan gejala saja berupa perawatan suportif.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 adalah orang mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 adalah jika kamu mengalami gejala demam (>38 C) atau ada riwayat demam ATAU ISPA tanpa pneumonia DAN memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.